Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Tak Semua Revolusi Jadi Revolusioner: Pelajaran dari Perubahan Konsumen dan Dampaknya di Pasar Modal

Ketika moda transportasi berubah dari kuda ke mobil, mayoritas pelaku usaha di industri kuda—termasuk jasa transportasi dan manufaktur kereta—terpukul hebat. Namun menariknya, di era awal perkembangan otomotif pun banyak produsen mobil yang tidak mampu bertahan lama. Ini menunjukkan bahwa perubahan besar dalam perilaku konsumen tidak otomatis menjamin keberhasilan bagi pelaku industri baru. Pergeseran kebiasaan umum memang kerap terjadi, namun hal-hal yang ditinggalkan tidak serta-merta punah. Masih ada yang memelihara kuda. Masih ada pendengar setia musik vinyl. Masih ada pengguna prangko dan pendengar radio. Tapi dari sisi volume dan nominal, semuanya telah menurun drastis. Di pasar modal, penurunan ini sangat terasa dampaknya. Penurunan permintaan menyebabkan turunnya laba bersih, yang pada akhirnya menekan valuasi perusahaan, termasuk rasio price to earnings (PE) di sektornya. Contoh nyata bisa dilihat pada saham PT Blue Bird Tbk (BIRD). Sebelum era transportasi online (ojek online...

Workshop Gratisan, Tapi Tamparannya Mahal

Hari ini saya iseng ikut workshop dari Synchronize Fest. Awalnya cuma karena sedang menyusun strategi buat balik lagi ke musik, tapi kali ini saya mau mulai dengan cara yang berbeda: saya pengen paham dulu outlook industrinya. Kebetulan awalnya saya sampai ke acara ini karena nyari podcast tentang “man behind the gun”-nya Sun Eater. Di kepala saya, kalau bicara soal musisi top, ya pasti Hindia. Dan kalau bicara tentang sistem di baliknya, ya pasti Mas Kukuh, salah satu sosok yang saya tahu jadi motor bisnisnya. Dan ternyata benar: ilmunya gak jauh beda sama saham. Intinya: bisnis harus profitable. Kalau sudah profit, efeknya bisa ambil keputusan strategis yang terukur. Laba bisa diputar, jadi compound modal dan compound laba. Mungkin gak selalu mulus, tapi setidaknya kita tahu arahnya ke mana. Mas Kukuh berulang kali menekankan satu hal: data, data, data. Sesuatu yang sangat sejalan dengan apa yang saya pelajari di saham: tanpa data, mending gak usah jalan. Tapi lucunya, prinsip ini ju...

Perjalanan Saya Bersama ChatGPT: Menulis untuk Mengingat

Saya pertama kali pakai ChatGPT sekitar Agustus 2023. Awalnya cuma iseng — nanya soal saham, iseng bikin lirik, dan kadang minta bantu rangkai narasi. Waktu itu, jujur, masih sering error. Kalau upload file, suka gak nyambung. Tapi saya tetap pakai, karena merasa ada potensi di situ. Lama-lama, ChatGPT berubah. Sekarang, tahun 2025, sudah jadi seperti teman diskusi yang ngerti ritme kerja saya. Bisa bantu bandingkan laporan keuangan, analisis skenario saham, bahkan bantu menyusun ulang lirik lagu personal yang gak mudah saya ungkapkan sendirian. Tapi dari semua fungsinya, yang paling penting buat saya: ChatGPT bantu saya menulis untuk mengingat. Saya ini orangnya pelupa. Dulu suka nulis di Instagram, sekarang pindah ke blogspot — supaya lebih tenang, gak keganggu noise saham dan euforia pasar. Di situ, saya sering tuangkan hasil diskusi saya dengan ChatGPT. Biasanya saya tulis dulu manual, lalu saya minta bantuannya untuk merapikan narasi, supaya nanti kalau saya baca ulang, gak perlu ...

Dongeng: Rubah Tua dan Anak yang Suka Pamer

Di ujung hutan yang rindang, tinggallah seekor rubah tua bernama Ruzki. Ia dikenal cerdik, gesit, dan pandai berdansa di antara bayang-bayang kekuasaan. Saat matahari berpihak pada burung elang, Ruzki menyambutnya hangat. Saat hujan datang dari arah musang, Ruzki menunduk sopan. Ia jarang terlihat berburu, tapi guanya tak pernah sepi. Penuh aroma buah manis dan daging asap. Dan anaknya, si Raku, selalu tampak mencolok: berjalan memakai kalung dari sisik ikan langka, topi dari bulu merak yang tak hidup di hutan itu, dan sepatu berlapis getah bening. Suatu sore, saat matahari rendah dan angin malas bergerak, Raku menendang kura-kura tua hanya karena jalannya lambat. Kalungnya jatuh ke tanah. Kura-kura memandangnya lama, lalu berkata, “Itu kalungku. Hilang dari sarangku satu musim yang lalu.” Hutan pun hening. Satu demi satu, suara muncul dari balik semak, dari dahan, dari celah akar: “Itu wadah makanku.” “Itu tempat tidur bayiku.” “Itu tali anyaman yang kubuat semalaman.” Para burung han...

Kuorum RUPS: Hal Teknis yang Bisa Menentukan Nasib Perusahaan

Kuorum adalah syarat minimum kehadiran pemegang saham agar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dapat diselenggarakan dan memiliki kekuatan hukum yang sah. Di Indonesia, batas minimum ini umumnya ditetapkan lebih dari 50% dari total saham dengan hak suara. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka RUPS dianggap batal dan perusahaan perlu menjadwalkan ulang ke RUPS kedua atau bahkan ketiga. Pada RUPS kedua, batas minimum kehadiran dapat diturunkan menjadi 33% dari total saham dengan hak suara, dengan catatan penurunan ini harus sudah dinyatakan dalam pemanggilan RUPS pertama. Jika RUPS kedua kembali gagal mencapai kuorum, perusahaan masih memiliki opsi terakhir, yaitu menyelenggarakan RUPS ketiga. Namun, pelaksanaan RUPS ketiga hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Apabila disetujui, RUPS ketiga sah dilangsungkan dengan tingkat kehadiran serendah 10% dari total saham berhak suara. Meski demikian, tidak semua jenis keputusan dapat diambil d...

Duff McKagan : Saat Investasi membantu Rock N Roll hingga tua

Tahun 1994, Duff McKagan—bassis Guns N’ Roses—baru saja sembuh dari penyakit akibat gaya hidup rock and roll. Tidak seperti kebanyakan musisi rock di eranya, ia memilih berhenti hidup menantang liver, dan malah mengambil kelas keuangan serta mulai belajar investasi. Entah karena sadar livernya tidak sekuat Ozzy Osbourne dan Tom Waits, atau memang murni tobat aja. Keputusan ini membuatnya memahami bahwa sebenarnya bandnya cukup bagus secara struktur bisnis. Tapi Duff juga menyadari satu hal penting: tur justru jadi sumber kerugian terbesar dibanding penjualan CD. Dari sana, ia jadi salah satu motor perubahan sistem bisnis Guns N’ Roses—mengubah model lama jadi lebih efisien. Tur bukan cuma tur, tapi ladang cuan dari tiket, t-shirt, VIP package, sampai sponsorship. Semua itu bikin biaya lebih kecil, untung lebih besar. Dan dari titik itu juga, Duff mulai menjalani peran barunya: bukan hanya sebagai musisi, tapi juga investor saham. sebagai musisi asal seattle, sepertinya Duff mengamini p...