Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Dua Kutub investasi : Masayoshi Son dan Warren Buffet

Dalam ranah investasi global, SoftBank dan Berkshire Hathaway menjulang sebagai raksasa yang mewakili pendekatan berbeda, masing-masing dibentuk oleh kecerdasan dan karakter unik pendirinya: Masayoshi Son dan Warren Buffett. Keduanya telah menciptakan imperium bernilai miliaran dolar, namun strategi mereka mencerminkan perbedaan mendasar—satu bertaruh besar pada batas teknologi masa depan, sementara yang lain berpijak pada nilai abadi bisnis yang telah teruji. Perbandingan ini menawarkan perspektif mendalam tentang risiko, ambisi, dan logika penciptaan kekayaan jangka panjang. SoftBank: Pelopor Disrupsi   Di bawah kepemimpinan Masayoshi Son, SoftBank menjadi lambang futurisme yang berani. Filosofi investasinya berpusat pada pengidentifikasian dan percepatan teknologi transformatif—kecerdasan buatan, robotika, dan platform digital berskala besar—yang diyakini akan mengubah tatanan sosial dan ekonomi. Peluncuran Vision Fund senilai 100 miliar dolar AS pada 2017 mempertegas pendekatan...

SKYB dari Handphone jadi Tambang

SKYB adalah emiten yang tadinya mempunyai bisnis handphone merek lokal Skybee dan voucher pulsa . jauh sebelum dominasi Iphone vs android, ada masanya pasar handphone di Indonesia di kuasai Blackberry setelah kejatuhan dominasi Nokia. namun harga Blackberry yang cukup mahal membuat muncul opsi murah "BlackBerry China".   periode 2007 - 2010an bermunculan merek merek lokal seperti Esia, Tiphone, Advan, dan juga Skybee untuk menjawab segmen handphone ekonomis namun masih terlihat seperti Blackberry. kecepatan pergeseran tren Android dan Iphone yang beriringan dengan pergeseran voucher pulsa “gosok” menjadi eletronik menambah tantangan untuk perushaan.    mengutip dari data Sahamee.com pada tahun 2011 SKYB mencetak pendapatan Rp 1,4T dan susut menjadi sisa Rp 0 di tahun 2017. akuisisi perushaan perushaan yang agressive namun tidak menghasilkan laba membuat kinerja Perusahaan susut permanen dan puncaknya ada di tahun 2016 dengan dilepasnya PT Kaswal. pelepasan anak usaha ini ...

Dividend tidak relevan?

ketika saya menonton youtube The Overpost tentang bahasan "dividend itu gak relevan karena itu bukan free money, dan setiap pembayaran dividend akan terjadi penurunan senilai value dividend yang dibayarkan". statement ini tentu tidak sepenuhnya salah namun harus memahami konteks dividen terlebih dahulu. dividen adalah pembagian uang dari perushaan ke investornya, umumnya berasal dari laba tahun berjalan, namun di beberapa kasus bisa juga dari hasil penjulan aset atau distribusi cash yang tak terpakai.   ketika perushaan membagikan dividend itu artinya ada bagian dari Ekuitas, atau harta perusahaan yang di tarik keluar. ini lah yang dimaksud dividen bukan "free money". ketika perushaan memutuskan membagi dividen Rp 80M artinya ada bagian dari ekuitas yang menguap senilai Rp 80M.  jika perushaan menghasilan Laba 80M dengan ROE (return On Equity) 20% artinya jika laba ditahan 100% maka 80M berubah menjadi 96, 115, 138, 165. dan apabila laba ditahan 50% maka 80M berubah...

Keterbukaan Informasi : IMAS tidak lagi jadi distributor motor Listrik Yadea

AI Generated: Grok sumber: keterbukaan informasi IMAS Stockbit Yadea adalah produsen kendaraan listrik terkemuka di dunia, khususnya dikenal dengan sepeda motor listrik dan skuter listriknya. Pada awal 2023, Yadea memulai kerjasama dengan Indomobil Group melalui PT Indomobil Emotor Internasional sebagai distributor tunggal di Indonesia, dengan tujuan memperluas jaringan penjualan dan memberikan layanan terbaik bagi konsumen di tanah air.  Pada tanggal 31 Januari 2025, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk ("Perseroan") melalui anak perusahaannya, PT Indomobil Emotor Internasional ("IEI") dan PT National Assemblers ("NA"), secara resmi mengakhiri kemitraan dengan mitra usahanya, Wuxi Yadea Export-Import Co., Ltd., terkait dengan distribusi dan pengelolaan produk kendaraan bermotor listrik roda 2 Yadea. Sebelumnya, kerjasama ini melibatkan distribusi produk-produk Yadea di Indonesia yang telah dikembangkan oleh IEI dan NA. Namun, setelah pengakhiran kemitraa...

Jejak pendanaan Meikarta

Meikarta merupakan anak usaha dari Lippo Cikarang (LPCK) yang sangat populer ditahun 2017 dengan iklan yang sangat masif di media cetak dan digital, dengan angka iklan Rp 1,5T melebihi Traveloka dan Indomie di tahun itu, memperjelas bahwa ini merupakan  projek ambisius dari Lippo Group untuk memperluas area bisnisnya di cikarang. setelah sebelumnya sukses membangun kawasan Industry dan perumahan di daerah itu. meski sayang projek ini belum jelas kelanjutannya. ambisi dari Grup konglomerasi ini sangat terlihat  dari awal berdirinya  PT Mahkota Sentosa Utama (Meikarta) dan beberapa aksi korporasi yang di lakukan LPCK selama 2019-2024. di tahun 2019 LPCK melakukan Right Issue untuk memberi Pinjaman ke MSU senilai Rp 2,9T. pembeli siaga dari aksi korporasi ini adalah PT Kemuning Setiatama (KMST) yang mendapatkan dana dari Right issue LPKR. LPKR pun mendapatkan dana dari entitas affiliasi Inti Anugerah Pratama (IAP) dan anak usahanya Sierra. kepemilikan LPCK pada MSU sebesar 4...