Menemukan Peluang di ELIT

Pertemuan dengan PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) terjadi secara tidak sengaja. Berawal dari menonton podcast Pak Kresna dari ELIT di kanal Ecomurz pada Mei 2024, narasi yang disampaikan tentang posisi perusahaan sebagai Cloud Managed Service Provider (MSP) langsung menarik perhatian. Alih-alih terjun ke bisnis data center yang padat modal, ELIT memilih untuk fokus pada layanan cloud yang pertumbuhannya semakin pesat. Sertifikasi sebagai MSP dari AWS, Google Cloud, dan Azure menjadi bukti kredibilitas perusahaan di industri ini.


Dari sisi valuasi, PE annualized saat itu sekitar 10, arus kas operasional positif, dan laporan keuangan tidak menunjukkan indikasi akun yang mencurigakan. Beberapa faktor lain yang mendukung keputusan akumulasi saham ini di antaranya:

1. Buyback saham, menunjukkan keyakinan manajemen terhadap valuasi perusahaan.

2. Pak Roestiandy Tsamanov sebagai komisaris, ikut membeli Saham ELIT

3. Pembagian dividen, menjadikan saham ini semakin menarik sebagai investasi jangka panjang.


Setelah laporan keuangan Q3 2024 dirilis dengan hasil yang sangat baik, harga saham sempat naik namun kembali turun mendekati harga awal. Dengan PE yang turun menjadi 7, peluang untuk menambah posisi terbuka lebar.


Pendekatan valuasi tetap sederhana: PE 10 berarti laba bersih sekitar 10% dari market cap. Dengan kapitalisasi pasar saat itu sekitar 200 miliar, pencapaian laba 20 miliar bukan sesuatu yang mustahil. Di Q3 saja, laba bersih telah mencapai 23 miliar, sehingga meskipun Q4 diasumsikan nol, valuasi tetap menarik. Potensi dividen sekitar 5% menjadi tambahan daya tarik.


Sebelum mengambil keputusan, perbandingan dengan beberapa perusahaan di sektor serupa juga dilakukan. Dari situ, terlihat bahwa ELIT memiliki peluang pertumbuhan yang lebih realistis dengan skala proyek yang sesuai dengan kapabilitasnya saat ini. Dengan strategi yang tepat dalam memenangkan kontrak baru, prospek pertumbuhan terlihat menjanjikan.


Kini, setelah laporan keuangan tahun 2024 dirilis, laba bersih ELIT tumbuh 50%, mengonfirmasi bahwa strategi perusahaan berjalan sesuai harapan. Ekspansi ke Malaysia juga mulai terealisasi, semakin memperkuat prospek jangka panjang.


Menemukan peluang seperti ini tentu ada unsur keberuntungan, tetapi juga didukung oleh pemahaman terhadap valuasi dan laporan keuangan. Namun, membeli saja tidak cukup, pemantauan tetap diperlukan. Risiko  dan kemungkinan salah analisa selalu ada, sehingga saya tidak memilih all in di satu saham. 


Yang terpenting adalah tetap terbuka terhadap berbagai kemungkinan dan siap menyesuaikan strategi jika diperlukan. Termasuk jika ternyata di 2025 ELIT gagal bertumbuh.


Postingan populer dari blog ini

Jejak pendanaan Meikarta

Tak Semua Revolusi Jadi Revolusioner: Pelajaran dari Perubahan Konsumen dan Dampaknya di Pasar Modal

Tempo raih Pendanaan dari Soros? Mau obrak abrik Indonesia?