Jawaban Manajemen Elitery atas Beberapa Pertanyaan Saya
Saya sempat menghubungi manajemen PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) via email untuk mendapatkan kejelasan terkait beberapa hal yang menarik perhatian. Berikut adalah jawaban mereka atas pertanyaan yang saya ajukan.
1. Penambahan Aset Peralatan Data Center, Padahal Fokus di Cloud?
Elitery memang dikenal sebagai perusahaan cloud, jadi saya bertanya kenapa ada penambahan aset data center. Manajemen menjelaskan bahwa selain cloud, mereka juga menawarkan layanan seperti Disaster Recovery as a Service (DRaaS) dan Infrastructure as a Service (IaaS) berbasis private cloud. Investasi dalam peralatan data center ini dilakukan agar mereka bisa mengelola infrastruktur sendiri dan menjaga kualitas layanan seiring dengan meningkatnya permintaan pelanggan.
2. Dampak Penghentian USAID oleh Trump terhadap Kinerja Elitery
Di laporan keuangan 2024, ada pendapatan insentif Rp 8 miliar yang terkait dengan USAID. Saya menanyakan apakah penghentian USAID oleh Trump akan berdampak pada kinerja perusahaan. Manajemen mengatakan bahwa mereka sudah mengantisipasi faktor eksternal seperti ini dengan meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas basis pelanggan. Dengan strategi ini, mereka berharap kinerja tetap stabil.
3. Alasan Mendirikan Anak Usaha di Amerika Serikat
Elitery memiliki anak usaha di AS, yaitu Elitery Global Technology LLC. Saya bertanya apakah ini hanya sebagai holding atau juga bergerak di bisnis cloud, serta alasan mendirikan entitas di sana mengingat banyaknya pemain cloud besar. Manajemen menjelaskan bahwa kehadiran entitas di AS adalah syarat untuk bisa menjual layanan mereka melalui Google Marketplace. Dengan cara ini, produk Elitery bisa lebih mudah dipasarkan secara global.
4. Dampak Pemangkasan Anggaran oleh Prabowo terhadap Elitery
Saya juga menanyakan apakah pemangkasan anggaran yang dilakukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan berdampak pada bisnis Elitery. Menurut manajemen, mereka telah menyiapkan langkah antisipatif dengan meningkatkan efisiensi dan memperluas pasar ke sektor lain, sehingga dampaknya bisa diminimalkan.
5. Valuasi Elipedia dan Elivision
Dalam laporan keuangan, nilai Elipedia tercatat Rp 27 miliar, Elivision Rp 9,4 miliar, dan satu aset lainnya Rp 4,3 miliar. Saya ingin tahu bagaimana angka ini bisa sebesar itu. Manajemen menjelaskan bahwa nilai tersebut merupakan hasil akumulasi investasi dalam pengembangan teknologi, tenaga kerja, dan infrastruktur, serta telah dihitung sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.