Dividend tidak relevan?

ketika saya menonton youtube The Overpost tentang bahasan "dividend itu gak relevan karena itu bukan free money, dan setiap pembayaran dividend akan terjadi penurunan senilai value dividend yang dibayarkan". statement ini tentu tidak sepenuhnya salah namun harus memahami konteks dividen terlebih dahulu.

dividen adalah pembagian uang dari perushaan ke investornya, umumnya berasal dari laba tahun berjalan, namun di beberapa kasus bisa juga dari hasil penjulan aset atau distribusi cash yang tak terpakai. 


ketika perushaan membagikan dividend itu artinya ada bagian dari Ekuitas, atau harta perusahaan yang di tarik keluar. ini lah yang dimaksud dividen bukan "free money". ketika perushaan memutuskan membagi dividen Rp 80M artinya ada bagian dari ekuitas yang menguap senilai Rp 80M. 


jika perushaan menghasilan Laba 80M dengan ROE (return On Equity) 20% artinya jika laba ditahan 100% maka 80M berubah menjadi 96, 115, 138, 165. dan apabila laba ditahan 50% maka 80M berubah menjadi 88, 96, 106, 117. 


di tahun ke 4 dengan menahan dividend maka laba perusahan bertumbuh 100% sedangkan jika laba 50% dibagikan dividen, laba hanya bertumbuh  46% sangat jauh perbedaannya.


ini mengapa setiap Warren Buffet ditanya perihal Berkshire Hathaway yang tidak membagi dividend beliau selalu beranggapan, jual saja sebagian kecil saham Berkshire senilai kebutuhan tahunan. karena Buffet yakin mereka masih mampu menumbuhkan setiap 1 dollar yang ditahan jadi 1 dollar lebih di masa depan.


namun ini hanya berlaku di perushaan yang effisien dalam alokasi asetnya, dengan bisnis yang masih bisa bertumbuh. Warren Buffet pun memutuskan membagikan mayoritas laba Sees Candy menjadi dividend untuk di Alokasikan ke perushaan lain yang mampu bertumbuh dengan cash yang tersedia.  kebetulan Buffet melihat Sees sudah mentok pertumbuhannya jadi adalah hal konyol jika labanya ditahan.


point dari dividend irrelevant karena itu value yang ditukar untuk cash yang dibayar. memandang bahwa ini adalah free money adalah hal yang sangat salah namun jadi relevan jikalau perushaan alokasi asetnya baik yang terlihat dari ROE ROA ROIC ROCE nya. 


tetapi perlu di ingat, tidak semua perushaan memiliki mindset yang sama dengan Berkshire Hathway, dimana jika perushaan sulit tumbuh maka lebih baik dibagikan saja jadi dividend supaya Return on Equity investornya terjaga dengan baik dan tidak ada penumpukan aset yang tidak perlu.


ketika memerhatikan perushaan perusahaan alumni 1998, saya sering melihat beberapa dari mereka tidak membagikan dividend dan labanya pun tidak juga bertumbuh signifikan, ROA ROE ROIC ROCEnya pun single digit. ada yang karena restrukturisasi utang, ada juga yang jaga jaga kalo 98 kejadian, jadi cashnya ditumpuk sendiri.


sering juga di perushaan small cap, owner seolah olah menganggap perushaan adalah aset pribadi. dari mobil mewah yang dibeli perushaan hingga property yang di sewa oleh perusahaan setara gaji Ceo jebolan Ivy League US.


ada juga contoh unik seperti ACRO yang memutuskan membagikan dividend hanya ke pemegang saham minoritas sehingga yieldnya tinggi, efek dari aksi ini liquiditas sahamnya melonjak melebihi dividend yang dibayarkan. entah makudnya untuk distribusi setelah IPO atau murni baik hati.


jadi dividend itu memang cash asli dan konglo hebat seperti Salim Group pun punya salah satu mesin pencetak uangnya dari ICBP, yang setiap tahunnya menyetor dividend Rp 2 Trilliun. maka jikalau PIK2 apes apes tidak dilanjutkan, Salim Grop tidak akan guncang secara Liquiditas (paling jadi males aja alokasi banyak banyak ke Indonesia). 


maka jika dividend yang dituju, fokuslah keperusahaan yang bisnisnya minimal bertahan , kalo bisa masih bertumbuh supaya dividendnya juga bertumbuh. kulik lah bisnis modelnya dengan baik jangan malas dan asal nembak dengan dividend yield, karena kalo bisnis perusahaan tidak lagi relevan, dividend yield yang tadinya 10% pun bisa turun jadi 5%. bahkan berpotensi bangkrut dan kehilangan seluruh modal jika tidak ada pivot dari management.


cek lah...setiap 1 rupiah yang ditahan perushaan dimasa lalu jadi apa dan labanya bertumbuh atau tidak? jangan jangan 1 rupiah ditahan malah jadi mobil mewah dan sewa rumah pribadi rasa kantor.

Postingan populer dari blog ini

Jejak pendanaan Meikarta

Tak Semua Revolusi Jadi Revolusioner: Pelajaran dari Perubahan Konsumen dan Dampaknya di Pasar Modal

Tempo raih Pendanaan dari Soros? Mau obrak abrik Indonesia?